Kamis, 11 September 2014
Rasa Sesal
“Rasa sesal, di dasar hati, diam tak mau pergi, haruskah aku lari dari kenyataan ini”- Iwan fals
Penyesalan, yah siapa sih yang ga pernah menyesal? Mungkin hanya anak-anak yg belum tau apa itu arti penyesalan. Lalu apa sih penyesalan itu ? penyesalan hanyalah sebuah rasa, sebuah perasaan, ya perasaan menyesal.
Lantas kenapa perasaan itu ada? Menurut saya pribadi , perasaan itu muncul sebagai feedback , sinyal yg memberi tahu bahwa sebenarnya kita bisa ,misalnya, mencapai tujuan kita, namun karena kita yang malas, suka menunda, tujuannya jadi tidak tercapai, dan muncullah apa yg dinamakan rasa sesal itu.
Perasaan menyesal itu mungkin juga sebagai peringatan bahwa yang lalu-lalu, yang jelek-jelek dari diri kita, yg menyebabkan tujuan kita tidak tercapai, agar jangan sampai diulangi lagi.Tapi yg ini gampang-gampang susah.
Tapi mungkin sebenarnya,rasa sesal itu bermanfaat ko,Coba bayangkan kalau tidak ada rasa sesal? Bukankah kita hanya seonggok benda kalau begitu, bukan manusia. Bayangkan kalau manusia tidak diberi mekanisme rasa sesal dalam dadanya? Yang petantang petenteng akan semakin petantang petetenteng. Mau hukumnya seberat apapun tetap tidak akan jera.
Yang ga berguna itu mungkin kalau terus larut dalam rasa sesal itu , tanpa ada kemauan untuk tobat. Padahal Allah SWT maha pemaaf, yg ampunannya seluas langit dan bumi.
Selama masih hidup di dunia, rasa sesal mungkin harus diterima dengan lapang dada,dan rasa sesal itu masih bisa diatasi. Caranya tentu saja dengan taubat.
Kalau sebagai muslim tentu saja rasa sesal yg harus, dan sangat harus diwaspadai adalah rasa sesal tidak taat perintah Allah, dan ketika di akhirat, kita memohon mohon untuk dikembalikan ke dunia untuk mengulang lagi semuanya, tapi apa daya, rasa sesal pada saat itu mungkin sudah takkan bisa diatasi, kecuali dengan perbuatan2 baik kita di dunia.
Yaa gitu dulu deh , untukmu dariku, yang mungkin kamu pernah mempunyai rasa sesal dalam hidup, berita baiknya kamu ga sendirian, hhe
Sebagai penutup, untuk yg muslim coba buka QS Al hadid ayat 22-24
Bandung, september 2014
Sabtu, 30 Agustus 2014
Cantik dan Ganteng bag 1
Pernah ga lo dulu punya temen cewe waktu sd atau smp ketika itu lo anggap sungguh biasa-biasa aja rupanya,eh setelah beberapa tahun berlalu,ketika sekarang, jaman kuliah jadi cantik tik banget. Kulitnya putih bersih, wajahnya merah merona, stylist,jadi pusat perhatian.Nyesel dulu ga ngedeketin , haha.
Atau sebaliknya yg dulu lo anggap cantik, eh.. pas ketemu lagi sekarang ko jadi biasa-biasa aja,ga terlalu menarik perhatian lo lagi
Berdasarkan obrolan saya dan teman2 saya yg cwo , kejadian kya gini tuh ternyata banyak kita alamin,sebenarnya ga hanya cewe, cowo juga. Contoh gue dlu sering main bola panas2an, jadinya item , dekil, eh selang beberapa bulan ketika lagi libur panjang dan kerjaan gue hanya di rumah,nyokap dan kaka gue bilang, “eh, kamu kok gantengan sekarang dek, jadi putihan dikit,udah berarti ga ush sering-sering main, ntar item lagi”.(kalo yg ini wajar kali ya, masa iya nyokap ama kaka gue bilang gue jelek, tegaaa klo gt haha)
Ato ga lo buka thread kaskus deh, tentang beberapa artis hollywod macam megan fox, taylor swift, zoey deschannel,yg sekarang hot bangett, eh dlunya tuh juga biasa-biasa aja, ga secantik sekarang.Lalu sekarang apa yg bisa kita simpulkan dari kejadian ini?
Ternyata eh ternyata cantik dan ganteng itu hanya merupakan fungsi waktu,bukan merupakan potret sesaat saat ini. Jadi ya, kalau kita merasa ga cantik dan ga ganteng saat ini, mudah-mudahan besok bisa tambah cantik dan ganteng , amiiin hhe,(sudah banyak kn cntohnya yg bisa seperti itu), dan kalau kita merasa cantik dan ganteng sekarang, ya biasa biasa ajalah, karena boleh jadi besok-besok kita terlihat sebaliknya, haha.
Namun sebenarnya , pembahasan di atas belum lengkap kalau belum membahas fungsi yang kedua, yaitu cantik dan ganteng ditinjau dari segi fungsi relativitas, ntar akan dibahas di tulisan selanjutnya ,sekarang gini dulu
Bersambung...
Atau sebaliknya yg dulu lo anggap cantik, eh.. pas ketemu lagi sekarang ko jadi biasa-biasa aja,ga terlalu menarik perhatian lo lagi
Berdasarkan obrolan saya dan teman2 saya yg cwo , kejadian kya gini tuh ternyata banyak kita alamin,sebenarnya ga hanya cewe, cowo juga. Contoh gue dlu sering main bola panas2an, jadinya item , dekil, eh selang beberapa bulan ketika lagi libur panjang dan kerjaan gue hanya di rumah,nyokap dan kaka gue bilang, “eh, kamu kok gantengan sekarang dek, jadi putihan dikit,udah berarti ga ush sering-sering main, ntar item lagi”.(kalo yg ini wajar kali ya, masa iya nyokap ama kaka gue bilang gue jelek, tegaaa klo gt haha)
Ato ga lo buka thread kaskus deh, tentang beberapa artis hollywod macam megan fox, taylor swift, zoey deschannel,yg sekarang hot bangett, eh dlunya tuh juga biasa-biasa aja, ga secantik sekarang.Lalu sekarang apa yg bisa kita simpulkan dari kejadian ini?
Ternyata eh ternyata cantik dan ganteng itu hanya merupakan fungsi waktu,bukan merupakan potret sesaat saat ini. Jadi ya, kalau kita merasa ga cantik dan ga ganteng saat ini, mudah-mudahan besok bisa tambah cantik dan ganteng , amiiin hhe,(sudah banyak kn cntohnya yg bisa seperti itu), dan kalau kita merasa cantik dan ganteng sekarang, ya biasa biasa ajalah, karena boleh jadi besok-besok kita terlihat sebaliknya, haha.
Namun sebenarnya , pembahasan di atas belum lengkap kalau belum membahas fungsi yang kedua, yaitu cantik dan ganteng ditinjau dari segi fungsi relativitas, ntar akan dibahas di tulisan selanjutnya ,sekarang gini dulu
Bersambung...
Jumat, 29 Agustus 2014
IQRA
Dulu, guru saya sering bilang selama hidup tuh mesti banyak-banyak membaca. “Membaca” di sini artinya luas,kata pak guru saya itu, dia mengartikannya dengan proses berpikir, mempertanyakan sesuatu hal, kejadian alam,sejarah yang intinya sih semakin mampu membuat kita berpikir lebih objektif. Caranya banyak, bisa dengan membaca buku yg berkualitas,koran,mendengarkan orang, jalan-jalan,dll.
Contoh misal dengan membaca buku critical thinkingnya gregory bassham, kita diajarkan metode berpikir kritis, yang efeknya membuat saringan informasi kita lebih handal, dan dapat lebih membedakan mana informasi yang valid apa tidak.
Lalu dengan membaca koran misalnya,kita jadi tau lebih detail kenapa pemerintah menaikkan harga bbm,yg secara jangka pendek mungkin membuat rakyat kecil susah, namun dalam jangka panjang, justru akan ada banyak program pengentasan kemiskinan yg dpt dilakukan dari penghematan dana subsidi bbm ini. Nah dengan tahu hal ini, kita jadi berpikir dua kali untuk ngata2in pemerintah, dan juga menghindari melakukan demo yang malah membuat macet jalan.
Contoh lagi misal isac newton, melalui proses berpikir dan merenung,dia menemukan bahwa di bumi ini tuh ada hukum gravitasi, walau bukan berarti gravitasinya baru muncul setelah newton mengemukakan teorinya, hukum alam gravitasinya sih sdh ada sejak dulu, tapi newton inilah yang menyadari adanya hukum alam tersebut dan dapat menuliskannya secara sistematis. Efeknya, teknologi saat ini pun tidak akan ada tanpa adanya pengetahuan tentang hukum alam tersebut.
Lalu dengan kita membaca data statistik( ada di website BPS, dan memang dipublikasikan untuk umum,syang kalau tdk di baca) , kita bisa tau nih secara presisi berapa banyak orang yg misalkan putus sekolah di negeri ini, berapa bnyak yg bisa mendapat akses air bersih, berapa banyak orang yg pendapatannya sebulan ternyata sama dengan duit jajan kita seminggu,berapa banyak orang yg kelahirannya cacat, berapa banyak anak yg tidak mendapatkan imunisasi ketika kecil. Efeknya, tentu saja kita bisa lebih berempati ke sesama,ga menghakimi dan ga petantang petenteng.
Untuk yg muslim, misal dengan membaca kitab suci yg di dalamnya ada cerita-cerita kaum terdahulu, memaknai kejadian alam,melakukan proses tafakkur seperti yg dilakukan Nabi Ibrahim AS. Proses tafakkur ini penting,banyak contoh di mana kita bisa lihat bagaimana seorang yg tadinya bukan seorang muslim, lalu dia menjadi muslim melalui proses berpikir,justru akhlaknya lebih baik daripada kita yg muslim dari lahir. intinya sih bagaimana yg kita baca menuntun kita ke suatu pemahaman bahwa semua ini ada yg menciptakan( ini proses baca yang paling keren menurut saya sekaligus mungkin paling sulit). Efeknya, keimanan pada Allah akan meningkat, kalu sudah begitu, otomatis kualitas sholat, amal, dan taqwa juga pasti akan meningkat.
“Membaca” ini adalah proses awal dalam segala aktivitas di hidup ini, tahapan selanjutnya yang tidak kalah penting dari membaca adalah i m p l e m e n t a s i,m e n g a m a l k a n, m e m b i a s a k a n,nah ini dia nih yg paling sssuuuliiit benjeet, kalau dihitung secara statistik head to head pertandingan antara implementasi vs malasdanmenunda selama kita hidup, yakin pasti malasdanmenunda yg lebih banyak menang deh , hhaha.Karena itu harus saling ngasih support, saya ngasih supportnya lewat tulisan saja ya, haha.
Gitu dlu deh, semoga bermanfaat, IQRA.
Bandung, 29 Agustus 2014
Contoh misal dengan membaca buku critical thinkingnya gregory bassham, kita diajarkan metode berpikir kritis, yang efeknya membuat saringan informasi kita lebih handal, dan dapat lebih membedakan mana informasi yang valid apa tidak.
Lalu dengan membaca koran misalnya,kita jadi tau lebih detail kenapa pemerintah menaikkan harga bbm,yg secara jangka pendek mungkin membuat rakyat kecil susah, namun dalam jangka panjang, justru akan ada banyak program pengentasan kemiskinan yg dpt dilakukan dari penghematan dana subsidi bbm ini. Nah dengan tahu hal ini, kita jadi berpikir dua kali untuk ngata2in pemerintah, dan juga menghindari melakukan demo yang malah membuat macet jalan.
Contoh lagi misal isac newton, melalui proses berpikir dan merenung,dia menemukan bahwa di bumi ini tuh ada hukum gravitasi, walau bukan berarti gravitasinya baru muncul setelah newton mengemukakan teorinya, hukum alam gravitasinya sih sdh ada sejak dulu, tapi newton inilah yang menyadari adanya hukum alam tersebut dan dapat menuliskannya secara sistematis. Efeknya, teknologi saat ini pun tidak akan ada tanpa adanya pengetahuan tentang hukum alam tersebut.
Lalu dengan kita membaca data statistik( ada di website BPS, dan memang dipublikasikan untuk umum,syang kalau tdk di baca) , kita bisa tau nih secara presisi berapa banyak orang yg misalkan putus sekolah di negeri ini, berapa bnyak yg bisa mendapat akses air bersih, berapa banyak orang yg pendapatannya sebulan ternyata sama dengan duit jajan kita seminggu,berapa banyak orang yg kelahirannya cacat, berapa banyak anak yg tidak mendapatkan imunisasi ketika kecil. Efeknya, tentu saja kita bisa lebih berempati ke sesama,ga menghakimi dan ga petantang petenteng.
Untuk yg muslim, misal dengan membaca kitab suci yg di dalamnya ada cerita-cerita kaum terdahulu, memaknai kejadian alam,melakukan proses tafakkur seperti yg dilakukan Nabi Ibrahim AS. Proses tafakkur ini penting,banyak contoh di mana kita bisa lihat bagaimana seorang yg tadinya bukan seorang muslim, lalu dia menjadi muslim melalui proses berpikir,justru akhlaknya lebih baik daripada kita yg muslim dari lahir. intinya sih bagaimana yg kita baca menuntun kita ke suatu pemahaman bahwa semua ini ada yg menciptakan( ini proses baca yang paling keren menurut saya sekaligus mungkin paling sulit). Efeknya, keimanan pada Allah akan meningkat, kalu sudah begitu, otomatis kualitas sholat, amal, dan taqwa juga pasti akan meningkat.
“Membaca” ini adalah proses awal dalam segala aktivitas di hidup ini, tahapan selanjutnya yang tidak kalah penting dari membaca adalah i m p l e m e n t a s i,m e n g a m a l k a n, m e m b i a s a k a n,nah ini dia nih yg paling sssuuuliiit benjeet, kalau dihitung secara statistik head to head pertandingan antara implementasi vs malasdanmenunda selama kita hidup, yakin pasti malasdanmenunda yg lebih banyak menang deh , hhaha.Karena itu harus saling ngasih support, saya ngasih supportnya lewat tulisan saja ya, haha.
Gitu dlu deh, semoga bermanfaat, IQRA.
Bandung, 29 Agustus 2014
Jumat, 08 Agustus 2014
Maafkan kami kawan..
Kau yang selalu bilang kau adalah wong cilik
Kau yang selalu bilang kau ingin diperhatikan
Kau yang tinggal di kawasan kumuh, bantaran kali
Kau yang selalu digusur satpol pp, kau yang menangis ketika rumahmu direlokasi
Kau yang meminta kenaikan gaji di gedung dpr
Kau yang datang ke ibukota mengadu nasib
Maafkanlah kami kawan
Kau dan aku mungkin hidup dalam bumi yg sama, tapi dalam dunia yg berbeda
Aku tak bisa meminta di mana aku dilahirkan
Aku pun tak bisa meminta siapa kedua orang tuaku
Begitu pun juga kau
Kau keras kepala kulihat di media,kau keras kepala walau melanggar peraturan
Tapi itu mungkin kau lakukan hanya untuk hidup yang lebih baik
Maafkanlah kami kawan
Apa aku akan begitu juga kalau berada di posisimu?
Aku tau kau mungkin tidak pernah minum susu segar 3 kali sehari
Mungkin tidak selalu makan kenyang 3 kali sehari atau berlebih
tidak selali mendapat pendidikan tinggi, bahkan putus sekolah
Karena itu, maafkanlah kami kawan
Maafkan kami,yang mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi
Maafkan kami, pemuda pemuda yang malas ini
Maafkan kami, yang hanya peduli mau jadi apa nanti, mau punya apa saja
Yang hanya peduli esok mau jadi apa di mata orang
Maafkan kami yang hanya mengkritik kau dan pemerintah
Tapi tanpa keinginan memperbaiki dari dalam
Maafkanlah kami kawan, yang kadang tidak peduli padamu
08 Agustus 2014
Rabu, 06 Agustus 2014
Dua Hal ini agar diingat
Untuk yang muslim yaa
Dalam agama, seluruh aktivitas kita di nilai dari dua hal, yang pertama adalah niat dan yang kedua adalah cara kita melakukannya. Niat yg dinilai adalah niat karena Allah SWT dan cara kita melakukannya harus sesuai prinsip Al-Qur’an dan sesuai dengan cara Rasulullah. Salah satu saja dari kedua hal itu tidak terpenuhi , maka mungkin amal tersebut kurang atau tidak ada nilainya.
Pertama,Mengenai niat, mungkin tidak ada yang tahu kecuali Allah SWT dan dirinya sendiri, apakah niat nya itu benar-benar tulus karena Allah atau tidak.Toh , siapa sih yang benar-benar tau isi hati seseorang. Karena itu, mungkin sebaiknya tidak usah mengatakan secara gamblang bahwa seseorang itu hanya melakukan pencitraan, riya, ingin dipuji walaupun yang kita lihat mungkin seperti itu. Kayak kita semua tidak pernah saja melakukan pencitraan.
Rasulullah pernah mengingatkan bahwa riya, syirik kecil (pencitraan) itu perumpamaannya persis bagaikan semut hitam kecil yang merayap di kegelapan malam,sangat sulit dideteksi dan sangat tersembunyi, karena itu tidak usahlah kita mengurusi niat orang lain(baca: ngatain orang pencitraan),toh niat kita sendiri juga butuh untuk diurusi, dan niat ini memang butuh ditata, dikoreksi sepanjang hayat. Karena banyak sekali yg bisa mengintervensi niat yang tulus, misal wanita/pria yg kita taksir, ilmu yg kita banggakan, harta, golongan/organisasi ,teman dll.
Kedua, mengenai cara dalam beramal.Dalam beramal, caranya harus sesuai dengan yang dicontohkan rasulullah,apakah itu sholat, mengaji, belajar, bekerja, dll.Karena walaupun ikhlas tapi salah caranya,maka amalnya tidak bernilai. Dengan mengetahui hal ini, kita bisa terhindar dari pemikiran seperti “ah , yang penting Allah tau niat saya baik” –tapi tanpa berusaha mencari ilmunya apakah sesuai yang dicontohkan atau tidak.
Lalu, karena kita hidup berbeda zaman dengan rasulullah, dan tidak langsung melihat apa yg dilakukan rasulullah sehari-hari, maka penting untuk kita mempelajari al-qur’an, hadits, menelusuri redaksinya shahih apa tidak. Oleh sebab itu pula, seharusnya kita tidak boleh anti kritik dan anti nasihat, karena kita manusia tempatnya salah dan lupa,karena itu pula Allah menyuruh kita saling mengingatkan. Karena kan sayang sekali kalau kita mengira amalan kita diterima karena niat kita tulus karena Allah padahal sebenarnya tidak hanya karena salah caranya.
Nah, dengan selalu ingat dua hal tersebut, minimal mungkin kita bisa lebih berhati-hati dalam melangkah di kehidupan sehari-hari..
06 Agustus 2014
Senin, 16 Juni 2014
catatan masa kampanye pilpres 2014
Menurut saya dalam hal apapun kita butuh pemimpin, seperti dalam mencari kayu rotan di hutan, jalan-jalan di gunung,dalam perang , apalagi dalam hal memimpin negara,memang berat sih, namun memimpin itu tugas mulia. Karena salah satu tugas pemimpin, yaitu mengambil keputusan memang hal yg berat, kalau benar dipuja, kalau salah di cecer habis-habisan. Memang kita sendiri bisa menanggung beban berat seperti itu?
Terlepas dari segala latar belakang, hal buruk yg diberitakan yg katanya ada pada kedua calon presiden kita saat ini, paling tidak (menurut saya sih) mereka sudah memiliki niat baik, bersedia untuk memimpin republik kita tercinta ini, toh kalaupun tidak terpilih yang satu masih memiliki usaha peternakan kuda yg menguntungkan dan yg satunya masih bisa menjadi gubernur, paling tidak mereka ingin memimpin bukan semata-mata karena harta (entahlah kalau tahta)
Katanya dalam memilih pemimpin jika sama-sama baik, pilih yg paling banyak kebaikannya, jika sama-sama buruk, pilih yg paling sedikit keburukannya. Bagaimana cara mengetahuinya, tentu saja dari media, baik cetak maupun elektronik. Namun masalahnya sangat sulit melihat siapa yg paling berkualitas kalau bnyak kampanye hitam di media itu sendiri, bnyak berita yg meninggikan suatu pihak dan merendahkan pihak yg lain, sepertinya sih sangat sulit kita berpikir objektif kalau tidak mempunyai kemampuan berpikir kritis yg handal.
Memang sih ini menentukan nasib bangsa kita 5 tahun ke depan, jadi tetap harus berusaha melihat siapa yg lebih baik, kalau susah menentukan siapa yg lebih baik,minimal , tak usahlah terlibat dalam menjelek-jelekkan pihak tertentu hanya karena kita satu kader, satu visi misi dengan yg kita dukung. Mendukung satu pihak pasti boleh, mengkritik dan menguak fakta kebenaran juga harus, kata seorang ustadz memang boleh sih melakukan manuver untuk mendapatkan kekuasaan,tapi kalau caranya menjelek-jelekkan ya janganlah.ya minimal itu sih menurut saya,Jgn jadi seperti minyak yg terus membesarkan api. Soalnya takutnya jadi fitnah, kan difitnah itu tidak enak..
Pokonya harus pinter-pinter dan hati-hati kalau mau mendukung dan bermanuver mempengaruhi orang untuk mendukung, jgn sampai informasi yang kita sering kita share di socmed jatuhnya jadi fitnah dan bersifat merendahkan, dan tidak usah berlebihan
Jadi ya biasa-biasa sajalah..., mungkin seperti itu menurut saya mah
Bandung, 17 Juni 2014 ( H-22 pemilihan pilpres)
Terlepas dari segala latar belakang, hal buruk yg diberitakan yg katanya ada pada kedua calon presiden kita saat ini, paling tidak (menurut saya sih) mereka sudah memiliki niat baik, bersedia untuk memimpin republik kita tercinta ini, toh kalaupun tidak terpilih yang satu masih memiliki usaha peternakan kuda yg menguntungkan dan yg satunya masih bisa menjadi gubernur, paling tidak mereka ingin memimpin bukan semata-mata karena harta (entahlah kalau tahta)
Katanya dalam memilih pemimpin jika sama-sama baik, pilih yg paling banyak kebaikannya, jika sama-sama buruk, pilih yg paling sedikit keburukannya. Bagaimana cara mengetahuinya, tentu saja dari media, baik cetak maupun elektronik. Namun masalahnya sangat sulit melihat siapa yg paling berkualitas kalau bnyak kampanye hitam di media itu sendiri, bnyak berita yg meninggikan suatu pihak dan merendahkan pihak yg lain, sepertinya sih sangat sulit kita berpikir objektif kalau tidak mempunyai kemampuan berpikir kritis yg handal.
Memang sih ini menentukan nasib bangsa kita 5 tahun ke depan, jadi tetap harus berusaha melihat siapa yg lebih baik, kalau susah menentukan siapa yg lebih baik,minimal , tak usahlah terlibat dalam menjelek-jelekkan pihak tertentu hanya karena kita satu kader, satu visi misi dengan yg kita dukung. Mendukung satu pihak pasti boleh, mengkritik dan menguak fakta kebenaran juga harus, kata seorang ustadz memang boleh sih melakukan manuver untuk mendapatkan kekuasaan,tapi kalau caranya menjelek-jelekkan ya janganlah.ya minimal itu sih menurut saya,Jgn jadi seperti minyak yg terus membesarkan api. Soalnya takutnya jadi fitnah, kan difitnah itu tidak enak..
Pokonya harus pinter-pinter dan hati-hati kalau mau mendukung dan bermanuver mempengaruhi orang untuk mendukung, jgn sampai informasi yang kita sering kita share di socmed jatuhnya jadi fitnah dan bersifat merendahkan, dan tidak usah berlebihan
Jadi ya biasa-biasa sajalah..., mungkin seperti itu menurut saya mah
Bandung, 17 Juni 2014 ( H-22 pemilihan pilpres)
Kamis, 12 Juni 2014
Rival
Dalam kelas NGN( jaringan Masa Depan), dosen saya, Pak Agus menceritakan bahwa dasar-dasar perkembangan teknologi yang paling pesat terjadi saat masa-masa perang. Jadi di luar segala efek keburukan yg ditimbulkan oleh perang, ternyata perang membawa manfaat , yaitu perkembangan teknologi yg luar biasa.
Apa penyebabnya? Ternyata salah satu penyebabnya adalah persaingan atau rivalitas yang terjadi antara pihak sekutu dan uni soviet.Seperti contohnya munculnya teknologi satelit, spionase, internet, yang dikembangkan masing-masing pihak untuk mengetahui informasi yang menyangkut dari lawannya, tujuannya tentu saja untuk memenangkan perang. Dan teknologi itu adalah salah satu fondasi , pemicu dari teknologi-teknologi canggih yg kita kenal saat ini.
Kalau yg suka baca komik, kalian bisa menemukan contoh rivalitas pada kmik kungfuboy , antara chinmi dengan siefan,yg membuat chinmi menjadi ahli kungfu terhebat di kuil dairin dan sie fan yg menjadi pendekar tongkat yg sangat hebat.atau dalam komik naruto antara naruto dan sasuke, yg membuat naruto menjadi salah satu shinobi yg paling hebat yg pernah ada pada masanya.
Pesan moralnya yg saya simpulkan dari cerita pak agus, milikilah rival, pengertian luasnya mungkin kita bisa cari teman yang akan selalu “menendang” kita untuk maju, kalaupun belum punya teman seperti itu, ya mulailah menjadi orang seperti itu dari diri kita sendiri.
Kalau pengalaman saya, saya punya banyak teman yg “menendang” saya untuk maju, tapi jeleknya kadang2 saya acuh tak acuh, bersikap bodo amat,lagi-lagi mungkin karena ego, malas, dan sebagainya, hedeeeh jadi curhat. Yah mudah2an kalian yg kenal saya ga bosan2 untuk “menendang” saya, dan saya juga sebaliknya, amiin.
Bandung, 12 Juni 2014
Apa penyebabnya? Ternyata salah satu penyebabnya adalah persaingan atau rivalitas yang terjadi antara pihak sekutu dan uni soviet.Seperti contohnya munculnya teknologi satelit, spionase, internet, yang dikembangkan masing-masing pihak untuk mengetahui informasi yang menyangkut dari lawannya, tujuannya tentu saja untuk memenangkan perang. Dan teknologi itu adalah salah satu fondasi , pemicu dari teknologi-teknologi canggih yg kita kenal saat ini.
Kalau yg suka baca komik, kalian bisa menemukan contoh rivalitas pada kmik kungfuboy , antara chinmi dengan siefan,yg membuat chinmi menjadi ahli kungfu terhebat di kuil dairin dan sie fan yg menjadi pendekar tongkat yg sangat hebat.atau dalam komik naruto antara naruto dan sasuke, yg membuat naruto menjadi salah satu shinobi yg paling hebat yg pernah ada pada masanya.
Pesan moralnya yg saya simpulkan dari cerita pak agus, milikilah rival, pengertian luasnya mungkin kita bisa cari teman yang akan selalu “menendang” kita untuk maju, kalaupun belum punya teman seperti itu, ya mulailah menjadi orang seperti itu dari diri kita sendiri.
Kalau pengalaman saya, saya punya banyak teman yg “menendang” saya untuk maju, tapi jeleknya kadang2 saya acuh tak acuh, bersikap bodo amat,lagi-lagi mungkin karena ego, malas, dan sebagainya, hedeeeh jadi curhat. Yah mudah2an kalian yg kenal saya ga bosan2 untuk “menendang” saya, dan saya juga sebaliknya, amiin.
Bandung, 12 Juni 2014
Langganan:
Postingan (Atom)